Jumat, 05 Desember 2014

Tindak tutur Ekspresif dalam bahasa Arab




TUTURAN “MEMUJI” DAN “TERIMA KASIH” DALAM PERCAKAPAN PADA KITAB ‘ARABIYAH BAINA YADAIK JILID II
Oleh: Lukluk Rahmawati
Universitas Sebelas Maret Surakarta
2014


Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif yang memfokuskan pada tuturan memuji dan tuturan terimakasih yang terdapat dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2, dan menjelaskan konteks tuturan tersebut. Penelitian ini bersifat  kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Kemudian peneliti mendeskripsikan tuturan memuji dan tuturan terimakasih beserta konteksnya yang terdapat dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2. Dari hasil penelitian ditemukan tuturan memuji dalam  percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2 sebanyak 13 tuturan. Adapun tuturan terimakasih dalam  percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2 ditemukan sebanyak 9 tuturan.
Kata kunci: tindak tutur ekspresif, konteks, kitab Arabiyah Baina Yadaik





A.     Pendahuluan
Bahasa adalah objek kajian lingustik atau ilmu bahasa. Cabang ilmu yang mengkaji bahasa berdasarkan konteks adalah pragmatik. Dalam pragmatik makna dikaji dalam hubungannya dengan situasi-situasi ujar. Dalam situasi-situasi ujar tersebut terdapat suatu peristiwa tutur.  Dalam pragmatik, bahasa lisan terwujud dalam bentuk tuturan dengan istilah tindak tutur. Tindak tutur adalah sesuatu yang dikatakan sambil bertindak sesuai dengan apa yang dikatakan dan adanya reaksi yang diharapkan dari kata-kata tersebut. Tindak tutur dan peristiwa tutur merupakan dua gejala yang terdapat pada suatu proses komunikasi dalam menyampaikan atau menyebutkan satu maksud oleh penutur.
 Tindak tutur dibagi dalam tiga jenis, yaitu tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindak tutur lokusi adalah tindak tutur yang makna tuturannya sesuai dengan tuturan penutur. Tindak tutur ilokusi adalah tindak tutur melakukan sesuatu yang di dalamnya terkait fungsi dan maksud lain dari tuturan. Tindak tutur perlokusi adalah tuturan  yang dituturkan oleh penutur, yang mempunyai efek atau pengaruh bagi mitra tuturannya.
Searle (dalam Gunarwan, 1994:48) membagi tindak tutur ilokusi menjadi lima jenis, yaitu  (1) representatif (asertif), (2) direktif (impositif), (3) ekspresif, (4) komisif dan (5) deklarasi. Pertama,  representatif (asertif) adalah tindak tutur yang mengikat  penuturnya kepada kebenaran apa yang dikatakan, misalnya menyatakan, melaporkan, menunjukkan dan menyebutkan. Kedua, direktif (impositif) adalah tindak ujar yang dilakukan penuturnya dengan maksud agar si pendengar melakukan tindakan yang dimaksudkan dalam ujaran tersebut, misalnya menyuruh, memohon, menuntut, menyarankan dan menantang.  Ketiga,   ekspresif adalah tindak ujar yang dihasilkan dengan maksud agar ujaran diartikan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan di dalam ujaran tersebut, misalnya memuji, mengucapkan terima kasih, mengkritik dan mengeluh.  Keempat,  komisif adalah tindak ujar yang mengikat penutur untuk melaksanakan apa yang disebutkan dalam ujarannya, misalnya berjanji, bersumpah dan mengancam.  Kelima,  deklarasi adalah tindak ujar yang  dilakukan si penutur dengan maksud untuk menciptakan hal (status, keadaan dan sebagainya) yang baru, misalnya memutuskan, membatalkan, melarang, mengizinkan, dan memberi maaf.
Dalam ilmu bahasa, sebuah kalimat dapat dianalisis berdasarkan konteks artinya kalimat baru dapat dikatakan benar apabila kita mengetahui siapa pembicaranya, siapa pendengarnya, dan bagaimana situasinya. Oleh sebab itu, ahli wacana menganalisis kalimat itu dengan menganalisis konteksnya terlebih dahulu. Konteks sangat menentukan makna suatu ujaran dalam berkomunikasi. Penutur dan petutur dapat berkomunikasi dengan baik apabila dapat memahami dasar sebuah tuturan yakni konteks.
Selanjutnya, Yulle (1996:35) menjelaskan bahwa ada dua macam konteks yaitu konteks linguistik dan nonlinguistik (ekstralinguistik). Konteks linguistik adalah berupa kata-kata yang digunakan dalam berbahasa seperti kalimat atau frase, sedangkan konteks nonlinguistik (ekstralinguistik) adalah konteks yang membentuk makna yang berada di luar bahasa.
Kitab Arabiyah Baina Yadaik adalah kitab bahasa Arab yang digunakan dalam pembelajaran oleh mahasiswa yang bukan penutur asli Arab. Sehingga kitab ini sangat memudahkan bagi siswa yang belajar bahasa Arab luar bangsa Arab. Dalam kitab ini terdapat contoh percakapan dalam kehidupan sehari-hari pada setiap babnya. Pada setiap percakapan terdapat ungkapan-ungkapan yang diantaranya ungkapan ekspresif, seperti memuji, berduka, sedih, senang, mengucapkan terima kasih dan lain-lain. Namun pada penelitian ini akan memfokuskan pada tuturan ekspresi memuji dan terimakasih.
Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan jenis tindak tutur ekspresif yaitu tuturan memuji dan tuturan terimakasih serta konteks yang terdapat pada percakapan dalam kitab Arabiyah Baina Yadaik jilid 2.
B. MetodePenelitian
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif.Penelitiankualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya: perilaku, tindakan, motivasi, persepsi secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Moleong, 1988:6). Sementara itu, menurut Nasir (2005:54), metode deskriptif merupakan suatu objek yang digunakan untuk meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran atau kelas peristiwa pada masa sekarang. Metode deskriptif ini digunakan untuk melihat dan mendeskripsikan tindak tutur ekspresif yang memfokuskan pada tuturan memuji dan tuturan terimakasih yang terdapat dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2.  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif karena peneliti hanya menyelidiki tindak tutur ekspresif yang memfokuskan pada tuturan memuji dan tuturan terimakasih yang terdapat dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2 tanpa menghubungkan hal-hal yang berada diluar kajian penelitian.
Data penelitian ini adalah tindak tutur ekspresif yang memfokuskan pada tuturan memuji dan tuturan terimakasih yang terdapat dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2.  Sumber data penelitian ini adalah kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2. Kitab ini merupakan kitab cetakan pertama yang diterbitkan pada tahun 2002 oleh pemerintah Riyadh-Arab Saudi.



C.Pembahasan
Berdasarkan hasil temuan peneltian, dilakukan pembahasan mengenai tuturan memuji beserta konteksnya dan tuturan terimakasih beserta konteksnya yang terdapat pada percakapan di kitab Arabiyah Baina Yadaik sebagai berikut.
1.Tindak tutur ekspresi – tuturan memuji


Berdasarkan penelitian, jenis tuturan memuji yang terdapat pada percakapan dalam kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2 ditemukan sebanyak 13. Berikut contoh tuturan memuji.
Contoh 1.
 حازم :  لقد أمر الرسول – صلى الله عليه وسلم – أخا   المريض أن يسقيه عَسَلاً  
  عامر : و هل سفي؟
حازم : نعم, بعد أن سقاه أربع مرّاتٍ
عامر : العسل؟! سبحان الله
Konteks : Amir sedang sakit, kemudian hazim menawarkan kepada Amir agar mencoba meminum madu, ia menjelaskan bahwa Rasulullah pernah menganjurkan agar meminum madu. Ia juga menjelaskan bahwa dengan madu dapat menyembuhkan setelah diminum empat kali. Kemudian Amir memujinya. Ia memuji keistimewaan dibalik madu.
Berdasarkan contoh di atas, setelah Amir mendengarkan penjelasan hazim, kemudian ia percaya dan memuji keistimewaan madu. Ia memuji dengan mengatakan العسل؟! سبحان الله yang berarti “maha suci Allah” karena atas kuasanNya, Allah menciptakan madu dari lebah yang dapat menyembuhkan manusia. 
Contoh 2.

هشام : الحمد لله على سلامتك يا إبراهيم . .
إبراهيم : شكرا لك , أنا بخير الحمد لله .
Konteks: Hisyam bertemu dengan Ibrahim, ia menanyakan kabar Ibrahim dengan memuji kepada Allah dan mendoakan Ibrahim semoga keselamatan ada padamu
Berdasarkan konteks di atas, Hisyam bermaksud menyapa Ibrahim dengan mendoakan atas keselamatannya. Ia memulai dengan mengucap pujian atas Allah, yaitu الحمد لله yang berarti “segala puji hanya milik Allah”. Kemudian Ibrahim menjawabnya dengan mungucap terimakasih, kemudian mengucap syukur dan memuji atas Allah dengan mengucap syukur الحمد لله .
Contoh 3.

ألأمّ : :كيف سيقضي أولادنا العطلة ؟
الأب : حيا نناد الأولاد ونناقشهم في الأمر.
ألأمّ : فكرةٌ طيِّبةٌ . سأنادهم الآن . يا أحمد , يا فاطمة , ياطارق , ياندى , يابدر
Konteks:  Ibu bertanya kepada ayah tentang liburan untuk anak-anaknya, kemudian ayah menyuruh memanggil anak-anak untuk diajak diskusi/ membicarakan liburan mereka, kemudian Ibu menyetujui dan memuji ayah (itu ide yang bagus). 
Berdasarkan konteks pada percakapan di atas, ayah bermaksud mengajak dan menyuruh ibu agar memanggil anak-anak kemudian mengajak diskusi mereka perihal liburan. Kemudian ibu memuji ayah bahwa pendapat ayah sangat bagus dan ibu menyetujuinya dengan mengatakan فكرةٌ طيِّبةٌ yang berarti “itu ide yang bagus”.

Contoh 4.
أحمد : أرى السفر إلى مصيف جميل
الأب : أحسنتَ , وما رأيك يا فاطمة؟
Konteks: Ahmad berpendapat untuk bepergian ke museum yang bagus, kemudian ayah mengapresiasi usul Ahmad dan memujinya.
Berdasarkan konteks pada contoh 4 di atas, Ahmad mempunyai usul untuk mengajak liburan pergi ke museum yang bagus. Hal itu disetujui ayah dan ayah memujinya dengan mengatakan أحسنتَ yang berarti bahwa “kamu bagus”.
Contoh 5.
الأمّ : إذا أردتَ السعادة , فعليك بذات الدّين
بلال :ذات الدّين . أحسنتِ يا امّي . هذا قول الرسول – صلى الله عليه و سلم – فاظفر بذات الدين . تَرِبَتْ يَداكَ
Konteks: Bilal berkeinginan untuk menikah dan sudah banyak perempuan yang disulkan Ibu, namun Bilal menolak dengan bermacam alasan. Kemudian Ibu menasehati “jika kamu menginginkan seorang perempuan, maka carilah karena agamanya”. Kemudian Bilal membenarkan ibunya.
Berdasarkan pada percakapan ke 5 di atas, ibu menasehati anaknya yaitu Bilal, agar apabila ia menginginkan seorang perempuan (untuk dinikahi), maka carilah ia karena agamanya. Setelah itu Bilal membenarkan ucapan ibunya dengan memuji ibunya. Ia memuji dengan menggunakan ungkapan أحسنتِ يا امّي  yang berarti “engkau benar ibu”.

Contoh 6.
سالم : لايغرب في دراسة الطّبّ! لقد حصل على تقدير "ممتاز" في علوم الطبيعية
مبارك : هذا صحيح , ولكنه يرغب في التحاق بقسم اللغة العربية , أحمد يحب دراسة اللغة العربية.
سالم : لا عجب في ذلك, فالعربية لغة القرآن الكريم,
ولكن هل سيقبل في قسم اللغة العربية؟
مبارك :قابلتُ عميد كلية الآداب, و درس أوراقه, ووافق على قبوله
Konteks: pak Mubarak bercerita kepada pak Salim bahwa anaknya tidak suka masuk jurusan kedokteran meskipun di ilmu kedokteran nilainya tinggi.akan tetapu anaknya lebih suka bahasa Arab, ia melanjutkan studinya ke jurusan bahasa Arab. Pak Salim memujinya karena memang bahasa Arab adalah bahasa AlQuran.
Berdasarkan contoh 6 di atas, setelah mendengar bahwa putra pak Mubarak lebih memilih jurusan bahasa Arab dari pada kedokteran, pak Salim memuji kehebatan bahasa Arab yang merupakan bahasa yang digunakan dalam AlQuran dengan mengatakan لا عجب في ذلك .pujian ini merupakan pujian tak langsung yang berarti “tidak mengherankan hal itu karena memang bahasa Arab bahasa AlQuran”.
Contoh 7
فاطمة : كيف يتركون العلم, و الإسلام يدعو إليه؟!
عائشة :أحسنتِ , فأوّل كلمة نزلت من القرآن. هي : إقرأ!
فاطمة :ودعا الرسول – صلى الله عليه و سلم – المسلمين في كثير من أحاديثه لطلب العلم , كقوله : أطلب العلم فريضة على كل مسلم و المسلمات
عائشة : الحمد لله, فقد رجع المسلمون مرّة أخرى, إلى طلب العلم , ففيها هي الهدارس و الجامعات تنتشر في جميع بلاد المسلمين.
Konteks: Fatimah dan Aisyah sedang membicarakan keadaan Islam yang mengalami kemunduran karena umat Islam sendiri banyak yang meninggalkan ilmunya. Kemudian Fatimah bertanya : bagaimana mereka bias meninggalkan ilmu, bukankah Islam menyuruh untuk mencari ilmu? Aisyah menjawabnya dengan memuji Fatimah karena pengetahuannya tentang Islam.
Berdasarkan konteks pada contoh 7 di aats, Fatimah berpendapat bagaimana umat islam meninggalkan ilmu, sementara Islam mengajarkan untuk menuntut ilmu?. Dari pemahaman Fatimah inilah Aisyah memujinya karena ia faham tentang ajaran Islam. Ia memuji Fatimah dengan mengatakan أحسنتِ yang berarti “kamu benar”.
Contoh 8
جون : ما أطيب العطرَ الّذي تستعمله اليوم يا عماد !
عماد :شكراً يا جون
Konteks: juna memuji imad karena wanginya parfum yang di pakainya hari ini.
Berdasarkan konteks pada contoh 8, juna memuji wanginya parfum Imad. Ia memuji dengan mengatakannya ما أطيب العطرَ “betapa wanginya parfummu”.

Contoh 9
هند :نريد تناول العشاء الليلة خارج البيت.
بدر :فكرةٌ ممتازٌ. أنا أحب الأكلات السريعة.
Konteks : hindun mengatakan bahwa ia ingin sekali makan malam di luar rumah. Kemudian badr membenarkan usul dari hindun. Badr setuju dan memuji usul tersebut.
Berdasarkan konteks pada contoh 9 di atas, badr membenarkan dan menyetujui usul hindun. Ia memujinya dengan mengatakannya bahwa itu ide yang sempurna atau sangat bagus dan menyenangkan.
Contoh 10
جعفر : أخاف ان تنتقل العدوى إلى بلادنا, فتنتشر جرائ
فيصل : أسال الله ألا يحدث ذلك.
جعفر : أحسنتَ, فاحيلة لا تساوي شيئا بلا آمين.
فيصل : أدام اللهعلينا نعمة الأمْنِ
 جعفر : آمين
Konteks :
Contoh 11
زياد      : ومن الأسباب عندي, أن وسائل الإعلام تشجّع على الجريمة.
مسعود   : وقد يكون من الأسباب إنتشار الفقر, و الجوع في المجتمع.
صلاح   : صدقتَ, فلأمن و الغذاء من أهم النعم.
Konteks :
Contoh 12.
أحمد : كثرت امراض السرطان في بلادنا و هذا الأمر يحيِّرني كثيرا.
عبد الله : صدقتَ, فقد مات في مدينتنا وحدها عددٌ كبيرةٌ خلال شهرٍ واحدٍ

بدر : انظر  انظر لى هؤلاء الناس, إنهم يحافظون
أحمد : صدقتَ, فهم يزرعون الأرض لإيقاف التصحر.

2. tindak tutur ekspresif – tuturan terima kasih
Berdasarkan penelitian, jenis tuturan terima kasih yang terdapat pada percakapan dalam kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2 ditemukan sebanyak . Berikut contoh tuturan terima kasih.
Contoh 1.
هشام : الحمد لله على سلامتك يا إبراهيم . .
إبراهيم : شكرا لك , أنا بخير الحمد لله .
Konteks: Hisyam bertemu dengan Ibrahim, ia menanyakan kabar Ibrahim dengan memuji kepada Allah dan mendoakan Ibrahim semoga keselamatan ada padamu. Ibrahim mengucapkan terimakasih atas doa yang diberikan.
Berdasarkan konteks pada contoh 1 di atas, Ibrahim mengucapkan terima kasih atas doa yang diberikan kepadanya. Ia mengucapkan “syukran laka”. Syukran termasuk salah satu bentuk ucapan terimakasih dalam bahasa Arab yang berarti “terimakasih”.
Contoh 2.
رجل المرور : استمرّ , و بعد 200 متر تجد المستشفى الجامعىّ عن يمينك .
 السائق :استمرّ , و بعد 200 متر أجد المستشفى الجامعىّ عن يمين .
رجل المرور : الجامع مقابل المستشفى
السائق   : شكرا
رجل المرور : غفوا
Konteks: seorang sopir bertanya kepada pejalan kaki tentang arah menuju kampus. Pejalan kaki memberikan petunjuk agar ia berjalan lurus setelah 200 meter akan menemukan rumah sakit dan letak kampus berhadapan dengan rumah sakit. Sopir tersebut merasa terbantu kemudian berterimakasih kepada pejalan kaki.
Berdasarkan konteks pada contoh 2 di atas, seorang sopir merasa terbantu oleh pejalan kaki yang telah menunjukkan arah menuju kampus. Kemudian ia mengucapkan “شكرا” sebagai bentuk terima kasih kepadanya.
Contoh 3
ولكن هل سيقبل في قسم اللغة العربية؟
مبارك :قابلتُ عميد كلية الآداب, و درس أوراقه, ووافق على قبوله
سالم : وفق الله في دراسة اللغة العربية
مبارك :شكرا لك , و وفق الله ابنك في دراسة المهندسة أيضا.
Konteks: pak Salim memuji dan mendoakan pak Mubarak atas diterimanya Ahmad masuk di jurusan bahasa Arab sesuai dengan keingannya. Kemudian pak Mubarak mengucap terimakasih dan begitu juga ia mendoakan putra pak Mubarak.
Berdasarkan konteks pada contoh 3 di atas, pak Salim memberikan ucapan selamat kepada pak Mubarak karena Allah meridhai atas keinginan putranya yang masuk jurusan bahasa Arab. Kemudian pak Mubarak mengucapkan terimakasih dengan mengatakan “شكرا لك”.
Contoh 4
عماد : أرجو ان تصحب أولادك .
صلاح: سأحاول ذالك, و شكرا على نصيحتك.
Konteks: Shaleh berkeinginan untuk merantau ke luar negri dan mencari pekerjaan lainnya. Mendengar hal itu, ‘Imad mengkhawatirkan anak dan keluarganya, kemudian ia memberi nasehat agar sholeh turut serta membawa anaknya ke luar negri. ‘Imad akan mencobanya dan ia berterimaksih pada shaleh atas nasehar yang diberikan.
Berdasarkan konteks pada contoh 4, Imad menasehati Shaleh agar mengikutsertakan anak dan keluarganya ke luar negri. Kemudian Shaleh menerima nasehat yang diberikan kawannya dengan mengucapkan terimakasih. Ia mengatakan “شكرا على نصيحتك. ” yang berarti “terima kasih atas nasehatmu”.
Contoh 5.
جون : ما أطيب العطرَ الّذي تستعمله اليوم يا عماد !
عماد :شكراً يا جون
Konteks: juna memuji imad karena wanginya parfum yang di pakainya hari ini. Kemudian imad brterimakasih atas pujian yang diberikan.
Berdasarkan konteks pada contoh 5 imad berterimakasih kepada juna atas pujian yang diberikan kepadanya dengan mengatakan “شكراً يا جون”.

Contoh 6.
جون : ماذا تقصِدُ؟
عماد : يجب ان يكون المسلم نظيف القلب, يحب الخير لاخيه , كما يحب لنفسه.
جون : شكراً يا عماد, فقد تعلّمت منك اليوم الكثيرَ.
Konteks: Imad menjelaskan kepada juna mengenai kebersihan jiwa. Kemudian ia menjelaskannya bahwa kebersihan jiwa ada padahnya hati termasuk juga mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.
. Berdasarkan konteks di atas juna berterimakasih pada Imad dengan berkata “شكراً يا عماد”.
D. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagi berikut.
Pertama, jenis tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam  percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2 yaitu seperti memuji, berterimakasih, ucapan duka, krtikan, ungkapan suka dan sedih.
Kedua, jenis tindak tutur ekspresif pada tuturan memuji dalam  percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2 sebanyak 13 tuturan. Adapun tuturan terimakasih dalam  percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2 ditemukan sebanyak 9 tuturan.
Ketiga, bentuk tuturan memuji dalam  percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2 yaitu menggunakan ungkapan…
 الحمد لله , فكرةٌ طيِّبةٌ , أحسنتَ ,  أحسنتِ, لا عجب في ذلك ,  ما أطيب العطرَ  صدقتَ  فكرةٌ ممتازٌ   
     
       Adapun tuturan terimakasih menggunakan ungkapan شكرا
E. Daftar Pustaka
Fauzan, Muhammad Ibrahim dkk. 2002. Arabiyah Baina Yadaik jilid 2. Riyadh
Gunarwan, Asim dkk. 1994. Pragmatik: Pandangan Mata Burung dalam Mengiringi Rekan Sejati Festschrift: Buat Pak Ton. Jakarta: Unika Atma Jaya.
Ibrahim, Abdul Syukur. 1993. KajianTindakTutur. Surabaya: Usaha Nasional.
Moleong, Lexy. J. 1988. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Nasir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Suyono. 1991. Panduan Pengajaran Pragmatik. Malang: FPBS IKIP Malang.
Yule, George. 1996. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar