TUTURAN
“MEMUJI” DAN “TERIMA KASIH” DALAM PERCAKAPAN PADA KITAB ‘ARABIYAH BAINA
YADAIK JILID II
Oleh: Lukluk Rahmawati
E-mail : rahmasolo_20@yahoo.com
Universitas Sebelas Maret
Surakarta
2014
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
bentuk tindak tutur ekspresif yang memfokuskan pada tuturan memuji dan tuturan
terimakasih yang terdapat dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik
jilid 2, dan menjelaskan konteks tuturan tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode
deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk
memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Kemudian
peneliti mendeskripsikan tuturan memuji dan tuturan terimakasih beserta
konteksnya yang terdapat dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid
2. Dari hasil penelitian ditemukan tuturan memuji dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik
jilid 2 sebanyak 13 tuturan. Adapun tuturan terimakasih dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik
jilid 2 ditemukan sebanyak 9 tuturan.
Kata kunci: tindak tutur ekspresif,
konteks, kitab Arabiyah Baina Yadaik
A.
Pendahuluan
Bahasa
adalah objek kajian lingustik atau ilmu bahasa. Cabang ilmu yang mengkaji
bahasa berdasarkan konteks adalah pragmatik. Dalam pragmatik makna dikaji dalam
hubungannya dengan situasi-situasi ujar. Dalam situasi-situasi ujar tersebut
terdapat suatu peristiwa tutur. Dalam
pragmatik, bahasa lisan terwujud dalam bentuk tuturan dengan istilah tindak
tutur. Tindak tutur adalah sesuatu yang dikatakan sambil bertindak sesuai
dengan apa yang dikatakan dan adanya reaksi yang diharapkan dari kata-kata
tersebut. Tindak tutur dan peristiwa tutur merupakan dua gejala yang terdapat
pada suatu proses komunikasi dalam menyampaikan atau menyebutkan satu maksud
oleh penutur.
Tindak tutur dibagi dalam tiga jenis, yaitu
tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindak tutur lokusi adalah tindak
tutur yang makna tuturannya sesuai dengan tuturan penutur. Tindak tutur ilokusi
adalah tindak tutur melakukan sesuatu yang di dalamnya terkait fungsi dan
maksud lain dari tuturan. Tindak tutur perlokusi adalah tuturan yang dituturkan oleh penutur, yang mempunyai
efek atau pengaruh bagi mitra tuturannya.
Searle
(dalam Gunarwan, 1994:48) membagi tindak tutur ilokusi menjadi lima jenis,
yaitu (1) representatif (asertif), (2)
direktif (impositif), (3) ekspresif, (4) komisif dan (5) deklarasi. Pertama, representatif (asertif) adalah tindak tutur
yang mengikat penuturnya kepada
kebenaran apa yang dikatakan, misalnya menyatakan, melaporkan, menunjukkan dan
menyebutkan. Kedua, direktif (impositif) adalah tindak ujar yang dilakukan
penuturnya dengan maksud agar si pendengar melakukan tindakan yang dimaksudkan
dalam ujaran tersebut, misalnya menyuruh, memohon, menuntut, menyarankan dan
menantang. Ketiga, ekspresif adalah tindak ujar yang dihasilkan
dengan maksud agar ujaran diartikan sebagai evaluasi tentang hal yang
disebutkan di dalam ujaran tersebut, misalnya memuji, mengucapkan terima kasih,
mengkritik dan mengeluh. Keempat, komisif adalah tindak ujar yang mengikat
penutur untuk melaksanakan apa yang disebutkan dalam ujarannya, misalnya
berjanji, bersumpah dan mengancam.
Kelima, deklarasi adalah tindak
ujar yang dilakukan si penutur dengan
maksud untuk menciptakan hal (status, keadaan dan sebagainya) yang baru,
misalnya memutuskan, membatalkan, melarang, mengizinkan, dan memberi maaf.
Dalam
ilmu bahasa, sebuah kalimat dapat dianalisis berdasarkan konteks artinya
kalimat baru dapat dikatakan benar apabila kita mengetahui siapa pembicaranya,
siapa pendengarnya, dan bagaimana situasinya. Oleh sebab itu, ahli wacana
menganalisis kalimat itu dengan menganalisis konteksnya terlebih dahulu.
Konteks sangat menentukan makna suatu ujaran dalam berkomunikasi. Penutur dan
petutur dapat berkomunikasi dengan baik apabila dapat memahami dasar sebuah
tuturan yakni konteks.
Selanjutnya,
Yulle (1996:35) menjelaskan bahwa ada dua macam konteks yaitu konteks
linguistik dan nonlinguistik (ekstralinguistik). Konteks linguistik adalah
berupa kata-kata yang digunakan dalam berbahasa seperti kalimat atau frase,
sedangkan konteks nonlinguistik (ekstralinguistik) adalah konteks yang
membentuk makna yang berada di luar bahasa.
Kitab
Arabiyah Baina Yadaik adalah kitab bahasa Arab yang digunakan dalam
pembelajaran oleh mahasiswa yang bukan penutur asli Arab. Sehingga kitab ini
sangat memudahkan bagi siswa yang belajar bahasa Arab luar bangsa Arab. Dalam
kitab ini terdapat contoh percakapan dalam kehidupan sehari-hari pada setiap
babnya. Pada setiap percakapan terdapat ungkapan-ungkapan yang diantaranya
ungkapan ekspresif, seperti memuji, berduka, sedih, senang, mengucapkan terima
kasih dan lain-lain. Namun pada penelitian ini akan memfokuskan pada tuturan
ekspresi memuji dan terimakasih.
Berdasarkan
uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan jenis tindak
tutur ekspresif yaitu tuturan memuji dan tuturan terimakasih serta konteks yang
terdapat pada percakapan dalam kitab Arabiyah Baina Yadaik jilid 2.
B.
MetodePenelitian
Penelitian
ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode
deskriptif.Penelitiankualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami
fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya: perilaku,
tindakan, motivasi, persepsi secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam
bentuk kata-kata dan bahasa pada konteks khusus yang alamiah dengan
memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Moleong, 1988:6). Sementara itu, menurut
Nasir (2005:54), metode deskriptif merupakan suatu objek yang digunakan untuk
meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem
pemikiran atau kelas peristiwa pada masa sekarang. Metode deskriptif ini
digunakan untuk melihat dan mendeskripsikan tindak tutur ekspresif yang
memfokuskan pada tuturan memuji dan tuturan terimakasih yang terdapat dalam
percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pendekatan objektif karena peneliti hanya menyelidiki tindak tutur
ekspresif yang memfokuskan pada tuturan memuji dan tuturan terimakasih yang
terdapat dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2 tanpa
menghubungkan hal-hal yang berada diluar kajian penelitian.
Data
penelitian ini adalah tindak tutur ekspresif yang memfokuskan pada tuturan
memuji dan tuturan terimakasih yang terdapat dalam percakapan di kitab
‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2. Sumber
data penelitian ini adalah kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2. Kitab ini
merupakan kitab cetakan pertama yang diterbitkan pada tahun 2002 oleh pemerintah
Riyadh-Arab Saudi.
C.Pembahasan
Berdasarkan hasil temuan peneltian, dilakukan
pembahasan mengenai tuturan memuji beserta konteksnya dan tuturan terimakasih
beserta konteksnya yang terdapat pada percakapan di kitab Arabiyah Baina Yadaik
sebagai berikut.
1.Tindak
tutur ekspresi – tuturan memuji
Berdasarkan
penelitian, jenis tuturan memuji yang terdapat pada percakapan dalam kitab
‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2 ditemukan sebanyak 13.
Berikut contoh tuturan memuji.
Contoh 1.
حازم : لقد أمر الرسول – صلى الله عليه وسلم – أخا المريض أن يسقيه عَسَلاً
عامر : و هل سفي؟
حازم
: نعم, بعد أن سقاه أربع مرّاتٍ
عامر
: العسل؟! سبحان الله
Konteks
: Amir sedang sakit, kemudian hazim menawarkan kepada Amir agar mencoba meminum
madu, ia menjelaskan bahwa Rasulullah pernah menganjurkan agar meminum madu. Ia
juga menjelaskan bahwa dengan madu dapat menyembuhkan setelah diminum empat
kali. Kemudian Amir memujinya. Ia memuji keistimewaan dibalik madu.
Berdasarkan
contoh di atas, setelah Amir mendengarkan penjelasan hazim, kemudian ia percaya
dan memuji keistimewaan madu. Ia memuji dengan mengatakan العسل؟!
سبحان الله yang berarti “maha suci Allah” karena atas kuasanNya, Allah
menciptakan madu dari lebah yang dapat menyembuhkan manusia.
Contoh 2.
هشام
: الحمد لله على سلامتك يا إبراهيم . .
إبراهيم
: شكرا لك , أنا بخير الحمد لله .
Konteks:
Hisyam bertemu dengan Ibrahim, ia menanyakan kabar Ibrahim dengan memuji kepada
Allah dan mendoakan Ibrahim semoga keselamatan ada padamu
Berdasarkan
konteks di atas, Hisyam bermaksud menyapa Ibrahim dengan mendoakan atas
keselamatannya. Ia memulai dengan mengucap pujian atas Allah, yaitu الحمد
لله yang berarti “segala puji hanya milik Allah”. Kemudian Ibrahim
menjawabnya dengan mungucap terimakasih, kemudian mengucap syukur dan memuji
atas Allah dengan mengucap syukur الحمد لله .
Contoh 3.
ألأمّ
: :كيف سيقضي أولادنا العطلة ؟
الأب
: حيا نناد الأولاد ونناقشهم في الأمر.
ألأمّ
: فكرةٌ طيِّبةٌ . سأنادهم الآن . يا أحمد , يا فاطمة , ياطارق , ياندى ,
يابدر
Konteks: Ibu bertanya kepada ayah
tentang liburan untuk anak-anaknya, kemudian ayah menyuruh memanggil anak-anak
untuk diajak diskusi/ membicarakan liburan mereka, kemudian Ibu menyetujui dan
memuji ayah (itu ide yang bagus).
Berdasarkan
konteks pada percakapan di atas, ayah bermaksud mengajak dan menyuruh ibu agar
memanggil anak-anak kemudian mengajak diskusi mereka perihal liburan. Kemudian ibu
memuji ayah bahwa pendapat ayah sangat bagus dan ibu menyetujuinya dengan
mengatakan فكرةٌ طيِّبةٌ yang
berarti “itu ide yang bagus”.
Contoh 4.
أحمد
: أرى السفر إلى مصيف جميل
الأب
: أحسنتَ , وما رأيك يا فاطمة؟
Konteks:
Ahmad berpendapat untuk bepergian ke museum yang bagus, kemudian ayah
mengapresiasi usul Ahmad dan memujinya.
Berdasarkan
konteks pada contoh 4 di atas, Ahmad mempunyai usul untuk mengajak liburan
pergi ke museum yang bagus. Hal itu disetujui ayah dan ayah memujinya dengan
mengatakan أحسنتَ yang berarti bahwa “kamu bagus”.
Contoh
5.
الأمّ
: إذا أردتَ السعادة , فعليك بذات الدّين
بلال
:ذات الدّين . أحسنتِ يا امّي . هذا قول الرسول – صلى الله عليه و سلم –
فاظفر بذات الدين . تَرِبَتْ يَداكَ
Konteks:
Bilal berkeinginan untuk menikah dan sudah banyak perempuan yang disulkan Ibu,
namun Bilal menolak dengan bermacam alasan. Kemudian Ibu menasehati “jika kamu
menginginkan seorang perempuan, maka carilah karena agamanya”. Kemudian Bilal
membenarkan ibunya.
Berdasarkan
pada percakapan ke 5 di atas, ibu menasehati anaknya yaitu Bilal, agar apabila
ia menginginkan seorang perempuan (untuk dinikahi), maka carilah ia karena
agamanya. Setelah itu Bilal membenarkan ucapan ibunya dengan memuji ibunya. Ia
memuji dengan menggunakan ungkapan أحسنتِ يا
امّي yang berarti
“engkau benar ibu”.
Contoh
6.
سالم
: لايغرب في دراسة الطّبّ! لقد حصل على تقدير "ممتاز" في علوم الطبيعية
مبارك
: هذا صحيح ,
ولكنه يرغب في التحاق بقسم اللغة العربية , أحمد يحب دراسة اللغة العربية.
سالم
: لا عجب في ذلك, فالعربية لغة القرآن الكريم,
ولكن
هل سيقبل في قسم اللغة العربية؟
مبارك
:قابلتُ عميد كلية الآداب, و درس أوراقه, ووافق على قبوله
Konteks:
pak Mubarak bercerita kepada pak Salim bahwa anaknya tidak suka masuk jurusan
kedokteran meskipun di ilmu kedokteran nilainya tinggi.akan tetapu anaknya
lebih suka bahasa Arab, ia melanjutkan studinya ke jurusan bahasa Arab. Pak
Salim memujinya karena memang bahasa Arab adalah bahasa AlQuran.
Berdasarkan
contoh 6 di atas, setelah mendengar bahwa putra pak Mubarak lebih memilih
jurusan bahasa Arab dari pada kedokteran, pak Salim memuji kehebatan bahasa
Arab yang merupakan bahasa yang digunakan dalam AlQuran dengan mengatakan لا
عجب في ذلك .pujian ini merupakan pujian tak langsung yang berarti “tidak
mengherankan hal itu karena memang bahasa Arab bahasa AlQuran”.
Contoh
7
فاطمة
: كيف يتركون العلم, و الإسلام يدعو إليه؟!
عائشة
:أحسنتِ , فأوّل كلمة نزلت من القرآن. هي : إقرأ!
فاطمة
:ودعا الرسول – صلى الله عليه و سلم – المسلمين في كثير من أحاديثه لطلب العلم ,
كقوله : أطلب العلم فريضة على كل مسلم و المسلمات
عائشة
: الحمد لله, فقد رجع المسلمون مرّة أخرى, إلى طلب العلم , ففيها هي
الهدارس و الجامعات تنتشر في جميع بلاد المسلمين.
Konteks:
Fatimah dan Aisyah sedang membicarakan keadaan Islam yang mengalami kemunduran
karena umat Islam sendiri banyak yang meninggalkan ilmunya. Kemudian Fatimah
bertanya : bagaimana mereka bias meninggalkan ilmu, bukankah Islam menyuruh
untuk mencari ilmu? Aisyah menjawabnya dengan memuji Fatimah karena
pengetahuannya tentang Islam.
Berdasarkan
konteks pada contoh 7 di aats, Fatimah berpendapat bagaimana umat islam
meninggalkan ilmu, sementara Islam mengajarkan untuk menuntut ilmu?. Dari
pemahaman Fatimah inilah Aisyah memujinya karena ia faham tentang ajaran Islam.
Ia memuji Fatimah dengan mengatakan أحسنتِ yang
berarti “kamu benar”.
Contoh
8
جون
: ما أطيب العطرَ الّذي تستعمله اليوم يا عماد !
عماد
:شكراً يا جون
Konteks:
juna memuji imad karena wanginya parfum yang di pakainya hari ini.
Berdasarkan
konteks pada contoh 8, juna memuji wanginya parfum Imad. Ia memuji dengan
mengatakannya ما أطيب العطرَ “betapa
wanginya parfummu”.
Contoh
9
هند
:نريد تناول العشاء الليلة خارج البيت.
بدر
:فكرةٌ ممتازٌ. أنا أحب الأكلات السريعة.
Konteks
: hindun mengatakan bahwa ia ingin sekali makan malam di luar rumah. Kemudian
badr membenarkan usul dari hindun. Badr setuju dan memuji usul tersebut.
Berdasarkan
konteks pada contoh 9 di atas, badr membenarkan dan menyetujui usul hindun. Ia
memujinya dengan mengatakannya bahwa itu ide yang sempurna atau sangat bagus
dan menyenangkan.
Contoh 10
جعفر
: أخاف ان تنتقل العدوى إلى بلادنا, فتنتشر جرائ
فيصل
: أسال الله ألا يحدث ذلك.
جعفر
: أحسنتَ, فاحيلة لا تساوي شيئا بلا آمين.
فيصل
: أدام اللهعلينا نعمة الأمْنِ
جعفر : آمين
Konteks :
Contoh 11
زياد : ومن الأسباب عندي, أن وسائل الإعلام تشجّع
على الجريمة.
مسعود
: وقد يكون من الأسباب إنتشار الفقر, و الجوع
في المجتمع.
صلاح
: صدقتَ, فلأمن و الغذاء من أهم
النعم.
Konteks
:
Contoh
12.
أحمد
: كثرت امراض السرطان في بلادنا و هذا الأمر يحيِّرني كثيرا.
عبد
الله : صدقتَ, فقد مات في مدينتنا وحدها عددٌ كبيرةٌ خلال شهرٍ واحدٍ
بدر
: انظر انظر لى هؤلاء الناس, إنهم يحافظون
أحمد
: صدقتَ, فهم يزرعون الأرض لإيقاف التصحر.
2.
tindak tutur ekspresif – tuturan terima kasih
Berdasarkan
penelitian, jenis tuturan terima kasih yang terdapat pada percakapan dalam
kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik jilid 2 ditemukan sebanyak . Berikut contoh
tuturan terima kasih.
Contoh 1.
هشام
: الحمد لله على سلامتك يا إبراهيم . .
إبراهيم
: شكرا لك , أنا بخير الحمد لله .
Konteks:
Hisyam bertemu dengan Ibrahim, ia menanyakan kabar Ibrahim dengan memuji kepada
Allah dan mendoakan Ibrahim semoga keselamatan ada padamu. Ibrahim mengucapkan
terimakasih atas doa yang diberikan.
Berdasarkan
konteks pada contoh 1 di atas, Ibrahim mengucapkan terima kasih atas doa yang
diberikan kepadanya. Ia mengucapkan “syukran laka”. Syukran termasuk salah satu
bentuk ucapan terimakasih dalam bahasa Arab yang berarti “terimakasih”.
Contoh
2.
رجل
المرور : استمرّ , و بعد 200 متر تجد المستشفى الجامعىّ عن يمينك .
السائق :استمرّ , و بعد 200 متر أجد المستشفى
الجامعىّ عن يمين .
رجل
المرور : الجامع مقابل المستشفى
السائق
: شكرا
رجل
المرور : غفوا
Konteks:
seorang sopir bertanya kepada pejalan kaki tentang arah menuju kampus. Pejalan
kaki memberikan petunjuk agar ia berjalan lurus setelah 200 meter akan
menemukan rumah sakit dan letak kampus berhadapan dengan rumah sakit. Sopir
tersebut merasa terbantu kemudian berterimakasih kepada pejalan kaki.
Berdasarkan
konteks pada contoh 2 di atas, seorang sopir merasa terbantu oleh pejalan kaki
yang telah menunjukkan arah menuju kampus. Kemudian ia mengucapkan “شكرا” sebagai
bentuk terima kasih kepadanya.
Contoh
3
ولكن
هل سيقبل في قسم اللغة العربية؟
مبارك
:قابلتُ عميد كلية الآداب, و درس أوراقه, ووافق على قبوله
سالم
: وفق الله في دراسة اللغة العربية
مبارك
:شكرا لك , و وفق الله ابنك في دراسة المهندسة أيضا.
Konteks:
pak Salim memuji dan mendoakan pak Mubarak atas diterimanya Ahmad masuk di
jurusan bahasa Arab sesuai dengan keingannya. Kemudian pak Mubarak mengucap
terimakasih dan begitu juga ia mendoakan putra pak Mubarak.
Berdasarkan
konteks pada contoh 3 di atas, pak Salim memberikan ucapan selamat kepada pak
Mubarak karena Allah meridhai atas keinginan putranya yang masuk jurusan bahasa
Arab. Kemudian pak Mubarak mengucapkan terimakasih dengan mengatakan “شكرا
لك”.
Contoh
4
عماد
: أرجو ان تصحب أولادك .
صلاح:
سأحاول ذالك, و شكرا على نصيحتك.
Konteks:
Shaleh berkeinginan untuk merantau ke luar negri dan mencari pekerjaan lainnya.
Mendengar hal itu, ‘Imad mengkhawatirkan anak dan keluarganya, kemudian ia
memberi nasehat agar sholeh turut serta membawa anaknya ke luar negri. ‘Imad
akan mencobanya dan ia berterimaksih pada shaleh atas nasehar yang diberikan.
Berdasarkan
konteks pada contoh 4, Imad menasehati Shaleh agar mengikutsertakan anak dan
keluarganya ke luar negri. Kemudian Shaleh menerima nasehat yang diberikan
kawannya dengan mengucapkan terimakasih. Ia mengatakan “شكرا
على نصيحتك. ” yang berarti “terima kasih atas
nasehatmu”.
Contoh
5.
جون
: ما أطيب العطرَ الّذي تستعمله اليوم يا عماد !
عماد
:شكراً يا جون
Konteks:
juna memuji imad karena wanginya parfum yang di pakainya hari ini. Kemudian
imad brterimakasih atas pujian yang diberikan.
Berdasarkan
konteks pada contoh 5 imad berterimakasih kepada juna atas pujian yang
diberikan kepadanya dengan mengatakan “شكراً يا جون”.
Contoh
6.
جون
: ماذا تقصِدُ؟
عماد
: يجب ان يكون المسلم نظيف القلب, يحب الخير لاخيه , كما يحب لنفسه.
جون
: شكراً يا عماد, فقد تعلّمت منك اليوم الكثيرَ.
Konteks:
Imad menjelaskan kepada juna mengenai kebersihan jiwa. Kemudian ia
menjelaskannya bahwa kebersihan jiwa ada padahnya hati termasuk juga mencintai
saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.
. Berdasarkan
konteks di atas juna berterimakasih pada Imad dengan berkata “شكراً
يا عماد”.
D. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan
pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagi
berikut.
Pertama, jenis tindak tutur ekspresif
yang terdapat dalam
percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina
Yadaik jilid 2 yaitu seperti memuji, berterimakasih, ucapan duka, krtikan,
ungkapan suka dan sedih.
Kedua,
jenis tindak tutur ekspresif pada tuturan memuji dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik
jilid 2 sebanyak 13 tuturan. Adapun tuturan terimakasih dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik
jilid 2 ditemukan sebanyak 9 tuturan.
Ketiga, bentuk tuturan memuji dalam percakapan di kitab ‘Arabiyah Baina Yadaik
jilid 2 yaitu menggunakan ungkapan…
الحمد لله , فكرةٌ طيِّبةٌ , أحسنتَ , أحسنتِ, لا عجب في ذلك , ما أطيب العطرَ صدقتَ
فكرةٌ ممتازٌ
Adapun
tuturan terimakasih menggunakan ungkapan شكرا
E. Daftar
Pustaka
Fauzan,
Muhammad Ibrahim dkk. 2002. Arabiyah Baina Yadaik jilid 2. Riyadh
Gunarwan,
Asim dkk. 1994. Pragmatik: Pandangan Mata Burung dalam Mengiringi Rekan
Sejati Festschrift: Buat Pak Ton. Jakarta: Unika Atma Jaya.
Ibrahim,
Abdul Syukur. 1993. KajianTindakTutur. Surabaya: Usaha Nasional.
Moleong,
Lexy. J. 1988. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Nasir,
Moh. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Suyono.
1991. Panduan Pengajaran Pragmatik. Malang: FPBS IKIP Malang.
Yule,
George. 1996. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar